Sebagai perusahaan rekayasa teknik yang berbasis teknik lingkungan hidup, kami berkomitmen untuk terus melakukan “Continuous Improvement”

Yaitu perbaikan berkelanjutan dalam memperbaiki lingkungan hidup untuk mewujudkan Green Industri yang diamanahkan oleh :

  1. Undang – Undang NO 32 tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
  2. Program Penilaian Kinerja Perusahaan di Bidang Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) /Program Kementerian Lingkungan Hidup.
  3. Resource Efficient Clean Produck ( RECP} /Program Kementrian Perindustrian.

Melalui riset dan pengalaman kami selama ini, riset dan pengembangan (R & D) produk menjadi salah satu kekuatan kami dalam menyediakan solusi dalam permasalahan lingkungan hidup yang menjadi tantangan yang semakin besar di era industri dan globalisasi saat ini.

Pabrik kelapa sawit (PKS) selain berfungsi untuk mengolah tandan buah segar (TBS) kelapa sawit menjadi minyak kelapa sawit kasar (crude palm oil, CPO) ternyata juga menghasilkan limbah biomassa dalam jumlah yang besar.

Secara umum pada pengolahan 1 ton TBS akan menghasilan limbah sebanyak 0.23 ton tandan kosong kelapa sawit (TKKS), 0.13 ton serabut (mesocarpfibre), 0.06 ton cangkang (palm shell), dan0.65 ton limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS).

Saat ini ke banyakan TKKS yang dihasilkan oleh PKS hanya digunakan sebagai mulsa (kompos) di lahan perkebunan kelapa sawit yang walaupun bermanfaat terhadap tanaman kelapa sawit tetapi sebenarnya TKKS adalah biomassa yang dapat dimanfaatkan menjadi pelet/briket.

Selanjutnya pelet/briket TKKS ini dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan terbarukan.

Proses Pembuatan Pelet/briket TKKS
  • Konversi TKKS menjadi pelet/briket TKKS dilakukan melalui serangkaian proses yang meliputi:
  • Empty Bunch Crusher
  • Thresser
  • Empty Bunch preess
  • Shredded Empty Bunch
  • Cutter
  • Dryer
  • Bricket Machine
  • Bricket Bunker
Tahapan Pembuatan Pelet dari TKKS

Secara skematik tahapan pembuatan pelet dari TKKS (dapat dilihat pada Gambar disamping/dibawah) sebagai bahan baku dipasok dari PKS dengan menggunakan conveyor.

TKKS terlebih dahulu diolah dengan cara dihancurkan (crushing), dicacah (shredding), dibanting (thressing) dan ditekan (pressing) untuk mengurangi kadar air, dan untuk mendapatkan oil recovery.

TKKS yang telah tercacah dan dikurangi kadar airnya tersebut kemudian dikirim dengan dengan conveyor menuju unit pengering (drying), pemotong (cutting) dan seterusnya ke mesin briket/pellet (bricketing).

Skematik Tahapan Pembuatan Briket/pelet dari TKKS

Dengan asumsi kandungan TKKS dalam TBS adalah 23% dan kapasitas olah PKS sebesar 30 ton/jam, maka laju TKKS yang dihasilkan sekitar 6,9 ton/jam. Untuk keperluan ini diperlukan 1 unit shredder dengan kapasitas 7 ton/jam.

TKKS yang telah diperas dan dikeringkan kemudian dipotong hingga didapat cacahan serat dengan panjang maksimum 2 inch. Serat yang pendek akan memudahkan didalam proses pencetakan briket. Untuk keperluan ini diperlukan 1 unit press cutter dengan kapasitas 7 ton / jam. Engineering flowsheet pembuatan briket/pelet diperlihatkan pada Lampiran.

Neraca Massa dan Energi Pembuatan Briket/Pelet TKKS
No Komponen Nilai Satuan
1 Kapasitas PKS per jam 30.000 kg/jam
2 Kapasitas PKS per hari 600.000 kg/hari
3 Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) 138.000 kg/hari
4 Pelet TKKS (40% dari TKKS) 55.200 kg/hari
5 Nilai Kalor Pelet TKKS(*) 17.660 kJ/kg
6 Potensi Kalor Pelet TKKS 974.832.000 kJ/hari
Spesifikasi Palm EFB Pellet
Komponen Hasil Satuan
Total Moisture 9,98 %
Volatile Component 15,60 %
Fixed Carbon 82,09 %
Ash 3,38 %
Density 0,98 Kg/m3
Calorific values 4.639,54 kcal/kg
19.411,81 kJ/kg

Engineering Flowsheet Pembuatan Briket / Pelet

Consultation
Design
Training
Fabrication
Delivery
Technical Support
Installation
Commissioning